Sebuah Perjalanan

“Menghadapi masalah dengan tersenyum walau di atas tangis dan rintihan adalah cara terbaik untuk menuju hidup yang lebih baik. Selanjutnya sabar, berusaha dan yakinlah bahwa semuanya akan berubah”.

Rasanya baru kemarin sore aku beranjak di campus hijau yang mentereng di bumi ponorogo ini untuk mencari sebuah harapan. Waktu begitu cepat bagai kilat yang menyambar dikala hujan, rasanya aku ingin teriak untuk menghentikan laju waktu yang terus berjalan, lalu q berhenti sejenak untuk bercengkerama dengan letih dan tertatih. Tapi sungguh, teriakan itu kosong dan hanya suara yang menggema dlorong-lorong kamar tempat para mahasiswa berkeliyaran.

Q hanya bisa berdoa memohon kepada yang Kuasa, memohon pada sang pencipta alam semoga hari-hari esok lebih baik dari yang kemarin. Meski Einstein pernah berkata bahwa masa lalu dan masa depan adalah ilusi pikiran kita semata, tapi saya percaya, sangat yakin malah, bahwa waktu akan menjadi sahabat terbaik, jawaban paling jujur di saat kita sedang terluka, terlunta di bentangan usia. Hanya harapanlah yang mampu membuat kita tetap setia menjalani hidup di saat-saat masa terus berjalan menuju senja.

Pagi yang cerah Q duduk di sebuah tangga jalan menuju gedung mahasiswa, Q mencoba menatapi jalan yang penuh dengan suara motor dan mobil yang mondar mandir untuk mencari aktifitas masing masing. sungguh hebatnya mereka-mereka itu, Mobil angkot mencari seorang penumpang, pejabat/para pegawai semangat untuk mengajar anak didiknya, pengemis jalanan menyusuri jalan guna mencari sesuap nasi, anak-anak koran dan pengamen jalanan juga gak ketinggalan.

Memang sebuah jalan pasti ada sebuah tikungan yang itu membutuhkan sebuah pemikiran dan tenaga untuk melewatinya, perjalanan hidup seseorang juga ada sebuah tikungan atau bisa disebut sebuah masalah yang bisa membuat kita putus asa bila salah dalam penyikapan.

Sudah hampir 4 tahun aku hidup di dunia campus yang dialamnya bermacam-macam variasi mahasiswa. . . terkadang q berfikir “dapat apa aku disini selama ini ???”di titik ini q sempet bingung. Kegiatan sehari-hari hanya itu2 aja yang lama-lama menjadikan saya bosan dan jenuh, sulit untuk mencari variasi hidup, susah untuk berkreasi. Apa yang menyebabkan jadi begini menjadikan sebuah pertanyaan yang membuat pusing kepala.

  1. #1 by azaxs on Mei 5, 2010 - 9:03 pm

    sebuah perjalanan- tagline blogku iku kang…. hehe

    dijalani ae perjalanane.. smoga selamat sampai tujuan..🙂

  2. #3 by lambang on Mei 8, 2010 - 11:03 am

    cari jawaban dengan mengikuti sesuatu yang belum pernah anda alami. . jangan merasa cukup dengan kehidupan yang terasa ‘FLAT’ seperti ini. .
    masih ada banyak jalan di luar sana yang harus di tempuh selain kehidupan kampus. .
    cari peluang terbaik dan skill yang bisa di pakai di luar. .
    dan tak lupa. . dekat dengan yang di Atas. .

    • #4 by mahasiswasyariah on Mei 8, 2010 - 1:16 pm

      thanks kang tas masukannya, , ,
      semoga sukses, n selalu teringat pd sang pencipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: